Proses yang dijalani dengan maksimal diharapkan dapat menghasilkan penampilan yang maksimal pula.
Kuningan, 11 Oktober 2026 — Pondok Pesantren Bumi Santri Ar-Rumi (BSA) menggelar geladi kotor pementasan santri sebagai bagian dari persiapan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. dan Hari Santri yang akan diselenggarakan pada 17 Oktober 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil latihan awal setiap kelompok, mengidentifikasi kekurangan dalam pementasan, serta memberikan arahan dan masukan sebelum memasuki tahap latihan berikutnya. Melalui geladi kotor, para santri diharapkan dapat memahami alur penampilan, memperkuat koordinasi antaranggotanya, dan mempersiapkan diri agar pementasan pada acara utama berjalan lebih baik.
Pementasan tersebut melibatkan santri dari berbagai jenjang, mulai dari kelas I'dad hingga jenjang pondok. Setiap kelompok berkesempatan menampilkan hasil latihan di hadapan Ustd. Arif Hidayat, M.Pd., yang bertindak sebagai penguji sekaligus memberikan evaluasi terhadap penampilan para santri.
Pada awal kegiatan, Ustd. Arif menjelaskan bahwa salah satu cara melatih mental anak adalah dengan memberikan kesempatan untuk tampil di hadapan banyak orang. Menurutnya, penilaian terhadap sebuah pementasan tidak hanya berfokus pada hasil penampilan di atas panggung, tetapi juga pada proses latihan yang dijalani.
Ia menekankan pentingnya kedisiplinan, adab terhadap pelatih dan sesama anggota, serta antusiasme selama latihan. Proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh diharapkan dapat menghasilkan penampilan yang maksimal.
Setelah pengarahan, setiap kelompok mulai menampilkan pementasannya di hadapan penguji. Selama kegiatan berlangsung, Ustd. Arif memberikan sejumlah masukan dan arahan, baik kepada individu maupun kelompok, sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan menyempurnakan penampilan mereka.
Meskipun masih dalam tahap geladi kotor, para santri dari berbagai jenjang terlihat bersemangat menampilkan hasil latihan. Mereka juga memberikan dukungan kepada kelompok lain yang sedang tampil. Suasana tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan kerja sama antarsantri dalam mempersiapkan pementasan.
Melalui kegiatan ini, geladi kotor tidak hanya menjadi sarana evaluasi kesiapan teknis pementasan, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bagi para santri untuk membangun keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.
Kegiatan ditutup oleh Ustd. Arif dengan pembacaan doa kafaratul majelis secara bersama-sama.